PANCASILA SEBAGAI DASAR FILSAFAT
1.PENGERTIAN DAN JENIS
FILSAFAT
A.PENGERTIAN FILSAFAT
Filsafat adalah upaya manusia
untuk mencari kebijaksanaan hidup yang bermanfaat bagi peradaban manusia.
Secara etimologis istilah filsafatatau dalam bahasa Inggris disebut
dengan philosophi sedangkan dalam bahasa Yunani adalah philosophia yang
diterjemahkan sebagai cinta kearifan karena arti kata philos adalah
pilia cinta, dan sophia adalah kearifan. Sehi ngga pengertian filsafat secara bahasa
adalah cinta kearifan atau cinta kebijaksanaan karena kearifan juga
berarti wisdom. Seorang ahli pikir disebut dengan filosof, yang
pertama kali digunakan oleh Herakleitos. Banyak dari tokoh filosof
yang menemukan dan merumuskan sistem filsafat sebagai ajaran terbaik dari
aliran filsafat seperti: materialisme, idealisme, spritualisme, realisme, dan
berbagai aliran modern: rasionalisme, humanisme, individualisme,
liberalisme-kapitalisme; marxisme-komunisme;sosialisme.dll.
Dalam hal ini ada beberapa pendapat yang antara lain mengatakan bahwa
pada hakikatnya sukar sekali memberikan definisi mengenai filsafat,karena tidak
ada definisi yang definitif.
1. Pengertian menurut
arti katanya,kata filsafat dalam bahsa indonesia berasal dari bahasa yunani
terdiri dari kata philein artinya
cinta dan sophia artinya
kebijaksanaan.FILSAFAT berarti cinta kebijaksanaan,cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar.kebijaksanaan artinya kebenaran sejati
atau kebenaran sesungguhnya.filsafat berarti
hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati.
2. Pengertian umum dari
pengertian menurut kata-katanya yaitu filsafat dapat diberi pengertian sabagai
ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat atau inti atau esensi segala sesuatu
dengan cara ini jawaban yang akan diberikan berupa keterangan yang hakiki.
3. Pengertian
khusus,karena filsafat telah mengalami perkembangan yang cukup lama tentu
dipengaruhi oleh berbagai faktor,misalnya ruang,waktu,keadaan dan
orangnya.itulah sebabnya maka timbul berbagai pendapat mengenai pengertian
filsafat yang mempunyai kekhususan masing-masing.Ada berbagai aliran didalam
filsafat yang memberi suatu bukti bahwa bermacam-macam pendapat yang khusus
yang berbeda-beda satu sama lainnya yaitu:
·
Rationalisme mengagungkan akal
·
Materialisme mengagungkan materi
·
Idealisme mengagungkan idea
·
Hedonisme mengagungkan kesenangan
·
Stoicisme mengagungkan tabiat
Filsafat menurut J. Greet adalah ilmu
pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab-musebabnya yang
terdalam. Secara sederhana filsafat dapat diartikan sebagai kebenaran yang
sejati. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai filsafat pancasila akan dibahas
di bawah ini.
Pengertian Filsafat Pancasila menurut
Ruslan Abdulgani, Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai ideologi
kolektif (cita-cita bersama) seluruh bangsa Indonesia. Mengapa pancasila
dikatakan sebagai filsafat, hal itu karena pancasila merupakan hasil perenungan
jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh para pendahulu kita, yang kemudian dituangkan
dalam suatu sistem yang tepat.
Menurut Notonagoro, Filsafat Pancasila ini
memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah yaitu tentang hakikat pancasila.
Secara ontologi, kajian pancasila sebagai
filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar sila-sila
pancasila. Menurut Notonagoro, hakikat dasar antologi pancasila adalah manusia,
karena manusia ini yang merupakan subjek hukum pokok sila-sila pancasila.
B. JENIS FILSAFAT
1. Rasionalisme
Rasionalisme
adalah mashab filsafat ilmu yang berpandangan bahwa rasio adalah sumber dari
segala pengetahuan.strategi pengembangan ilmu model rasionalisme dengan
demikian adalah mengeksplorasi gagasan dengan kemampuan intelektual manusia.Rasionalisme
atau gerakan rasionalis adalah dokrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran
haruslah ditentukan melalui pembuktian,logika,dan analisi yang berdasarkan
fakta daripada melalui iman,dogma tau ajaran islam.
2. Empirisme
Empirisme
adalah sebuah orientasi filsafat yang berhubungan dengan kemunculan ilmu
pengetahuan modern dan metode ilmiah.empiris menekankan bahwa ilmu pengetahuan
manusia bersifat terbatas pada apa yang dapat diamati dan diuji,oleh karna itu
aliran empiris memiliki sifat kritis terhadap abstrak dan spekulasi dalam
membangun dan memproleh ilmu yang dilakukan dengan penerapan metode ilmiah.
3. Realisme
Dalam
pemikiran filsafat,realisme berpandangan bahwa kenyataan tidaklah terbatas pada
pengalaman indrawi ataupun gagasan yang terbangun dari dalam.realisme dapat
dikatakan sebagai bentuk penolakan terhadap gagasan ekstrim idealisme dan
empirisme.dalam membangun ilmu pengetahuan realisme memberikan teori dengan
metode induksi empiris.gagasan utama dari realisme dalam korteks pemerolehan
pengetahuan adalah bahwa pengetahuan didapat dari 2 hal,yaitu observasi dan
pengembangan pemikiran baru dari observasi yang dilakukan.dalam korteks
itu,ilmuan dapat saja menganalisa kategori fenomena-fenomena yang secara
teoritis eksis walau tidak dapat diobservasi secara langsung.
4. Idealisme
Idealisme
adalah tradisi pemikiran filsafat yang berpandangan bahwa doktrin tentang
realitas eksternal tidak dapat dipahami secara terpisah dari kesadaran manusia.
Idealisme berasal dari kata ide yang artinya
adalah dunia di dalam jiwa(plato),jadi pandangan ini lebih menekankan hal-hal
bersifat ide,dan merendahkan hal-hal yang materi dan fisik.realisme sendiri
dijelaskan dengan gejala-gejla fisikis,roh pikiran,diri,pikiran mutlak,bukan
berkenaan dengan materi.
5. Positivisme
Positivisme
adalah doktrin filosofi dan ilmu pengetahuan social yang menempatkan peran
sentral pengalaman dan bukti empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan
penelitian.
6. Paragmatisme
Tradisi
pragmatisme muncul atas reaksi terhadap tradisi idealis yang dominan menganggap
kebenaran sebagai entitas yang abstrak,sistematis dan refleksi dari
realitas.Paragmatis berargumentasi bahwa filsafat ilmu haruslah meninggalkan
ilmu pengetahuan transedental dan menggantinya dengan aktifias manusia sebagai
sumber pengetahuan.
7. Utilitarianisme
Utilitarianisme
berasal dari kata latin utilis yang
berarti berguna,bermanfaat,berfaedah,atau menguntungkan.istilah inijuga sering
disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar(the greatest happiness theory).
Utilitarianisme
merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang
berguna,berfaedah dan menguntungkan.sebalknya,yang jahat atau buruk adalah yang
tak bermanfaat,tak berfaedah dan merugikan.karena itu,baik buruknya perilaku
dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna,berfaedah dan menguntungkan atau tidak.Dari
prinsif ini tersusunlah teori tujuan perbuatan.
8. Materialisme
Kata
materialisme terdiri dari kata materi dan isme.Matereri dapat dipahami sebagai
bahan,benda,segala sesuatu yang tampak.Materialisme adalah pendangan hidup yang
mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia didalam alam
kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam
indra.
9. Humanisme
Humanisme
adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan
dirinya ke jalan keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang
berhubungan dengan manusia.humanisme modern dibagi menjadi dua aliran humanisme
keagamaan/religi dan humanisme sekular.
10. Feminisme
Feminisme
adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan
keadilan hak dengan pria.ketika itu,perempuan dari kalangan menengah ataupun
bawah tidak memiliki hak seperti hak untuk mendapatkan
pendidikan,berpolitik,hak atas milik dan pekerjaan.
11. Eksistensialisme
Eksistensialisme
adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang
bertanggung jawab atas kemauannya yang tanpa memikirkan secara mendalam mana
yang benar dan mana yang tidak benar.
2. PANCASILA SEBAGAI
DASAR FILSAFAT
Pancasila sebagai dasar filsafat negara
Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan
dan kesatuan serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak, yang berupa
sifat kodrat monodualis yaitu sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai
makhluk sosial, serta kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri
dan sekaligus juga sebagai makhluk Tuhan. Konsekuensi pancasila dijadikan dasar
negara Indonesia adalah segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh
nilai-nilai pancasila yang merupakan kodrat manusia yang monodualis
tersebut.
Kajian epistemologi filsafat pancasila
dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat pancasila sebagai suatu sistem
pengetahuan. Hal ini dimungkinkan adanya karena epistemologi merupakan bidang
filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Kajian
epistemologi pancasila ini tidak bisa dipisahkan dengan dasar antologinya. Oleh
karena itu, dasar epistemologis pancasila sangat berkaitan dengan konsep
dasarnya tentang hakikat manusia.Sebagai suatu paham epistemologi, pancasila
mendasarkan pandangannya bahwa imu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas
nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta
moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam
kehidupan manusia. Oleh karena itu pancasila secara epistemologis harus menjadi
dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi pada
saat ini.
Kajian Aksiologi filsafat pancasila pada
hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan
mengenai pancasila. Hal ini disebabkan karena sila-sila pancasila sebagai suatu
sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologi, nilai-nilai dasar yang
terkandung di dalam pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan yang
utuh. Aksiologi pancasila ini mengandung arti bahwa kita membahas tentang
filsafat nilai pancasila.Secara aksiologi, bangsa Indonesia merupakan pendukung
nilai-nilai pancasila. Sebagai pendukung nilai, bangsa Indonesia itulah yang
mengakui, menghargai, menerima pancasila sebagai sesuatu yang bernilai.
Pengakuan, penerimaan dan penghargaan pancasila sebagai sesuatu yang bernilai
itu akan tampak menggejala dalam dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan bangsa
Indonesia.
Pancasila sebagai filsafat bangsa dan
negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan
kebangsaan, kenegaraan dan kemasyarakatan harus didasarkan pada nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, pesatuan, kerakyatan dan yang terakhir keadilan. Pemikiran
filsafat kenegaraan ini bertolak dari pandangan bahwa negara merupakan suatu
persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan, di mana merupakan
masyarakat hukum.
3.NILAI-NILAI YANG
TERKANDUNG DALAM DASAR PANCASILA
Pancasila
Sebagai Sistem Filsafat Memiliki beberapa Nilai yaitu Nilai Objektif dan
Subyektif
Nilai-nilai sistem filsafat Pancasila
adalah sebagai berikut:
1. Nilai pancasila timbul dari bangsa
Indonesia itu sendiri
Nilai-nilai yang terdapat dalam
Pancasila merupakan hasil dari buah pemikiran, penilaian, dan refleksi
filosofis dari bangsa Indonesia sendiri. Ideologi Pancasila berbeda dengan
ideologi-ideologi lainnya karena dalam isi Pancasila diambil dari nilai budaya
bangsa dan religi yang telah melekat erat, sehingga jiwa pancasila adalah jiawa
bangsa Indonesia sendiri, sedangkan ideologi lain seperti liberalis, sosialis,
komunis, dan lain sebagainya merupakan hasil dari buah pemikiran filsafat
orang.
2. Nilai pancasila merupakan filsafat
bangsa Indonesia
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Indonesia menjadi pedoman bangsa untuk mengatur aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara sekaligus menjadi cermin jati diri bangsa yang diyakini sebagai
sumber nilai atas kebenaran, keadilan, kebaikan dan kebijaksanaan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Pancasila merupakan nilai-nilai yang
sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia
Karena pancasila bersumber dari
kepribadian bangsa. Sehingga dalam perjalanannya akan selaras dengan
nilai-nilai Pancasila.
Nilai yang terkandung dalam dasar pancasila
·
Ketuhanan yang maha esa
1. Setiap orang
indonesia bertuhan,menurut agama dan kepercayaan
2. Menjalankan agama
an kepercayaan secara berkeadaban serta saling menghormati
3. Segenap agama dan
kepercayaan mendapat tempat dan perlakuan yang sama
·
Kemanusiaan yang adil dan beradab
1.
Perlakuan terhadap manusia secara adil,tidak memihak dan berpegangan kepada
kebenaran
2.
Beradab meksudnya berbudi luhur,sopan dan bersusila
·
Persatuan indonesia
1.
Melindungi segenap bangsa
2.
Bersatu dalam keberagamaan
·
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perakilan
1.
Rakyat memiliki kedaulatan
2.
Nilai demokrasi
3.
Prinsif musyawarah
4.
Rakyat memiliki perwakilan
·
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
1.
Perlakuan yang adil terhadap rakyat
2.
Adil dalam segala aspek kehidupan
3.
Perlindungan terhadap rakyat agar hidup sejahtera